Wktu masih SMA dulu, pas hujan, sempet ngobrol sama sahabatku yang namanya Usi. Sambil main laptop dia cerita, awalnya ragu gitu,
" Gue mimpi tentang lo, tapi malah jadi bikin gue takut."
" Hoh, mimpi apa??"
" Gue mimpi lo hamil ka.."
" Hah? Mimpi yang bagusan napa si. Sama siapa?? Hahaha", aku cuma nanggapin sambil bercanda.
" Ya gue udah nggak mikir sama siapanya. Yang pasti gue takut."
" Gitu? Kenapa?"
" Yah, lo kan masih labil ka, belum berani ambil resiko. Kalau gue, gue nakal, tapi gue ngerti dan bisa terima resiko itu. Gue khawatir sama lo."
Aku langsung kepikiran, bener juga, pikir ku. Aku tipe orang yang belum berani ambil dan terima resiko. terus aku ngomong, " Gimana dong si.. Gue juga bingung, gue belum bisa jadi kuat.."
" Yah, butuh proses kan ka. Tapi tenang aja, gue bakal jagain lo. Gue nggak mau dan nggak bisa liat sahabat gue rusak." Jleb, aku nahan nangis pas dia bilang begitu. (ini nulisnya sambil nangis ==")
Yah, tiba-tiba juga keinget Nurul (Inung)...
Dia temen dekatku waktu SMA. Selalu aja, dia ada setiap aku mau cerita, setiap aku butuh cerita. Dia selalu tau situasi dimana air mataku udah mau meledak, dan kalau udah seperti itu, dia akan tarik aku dari kerumunan, dan nanya ke aku. Iya, dia selalu tau situasi aku. Kalau aku ada masalah, dan nggak mau orang tau, dia selalu tau, karena itu dia bilang di blognya, "Seberapa usahanya dia bilang 'gapapa' atau seberapa kerasnya dia berusaha menghindar atau seberapa tahannya dia buat ga nangis, bagi aku dia tetaplah Eka yang jelas kebaca hatinya cuma dari wajah." Yup, dia bilang begitu, hahaha. pernah suatu hari aku ngambek berat sama dia, dia ngomong apa, nggak aku ladenin, bodohnya aku, itu cuma masalah kecil, tapi aku gengsi mau ngomong sama dia, akhirnya malah aku yang marah, ==" . Terusan pas dia udah mau nangis di depanku, aku udah mau minta maaf ke dia, kasian, padahal akunya aja yang bocah, tapi aku Gengesiiiiiiiii >_< . Akhirnya aku diem aja sampai dia pergi. Jahat banget aku. :'(
Dari kalian aku belajar nekad, aku belajar terbuka sama orang lain, aku belajar menerima. Meskipun sekarang aku berubah. Aku bingung, mungkin egois, tapi aku takut, karena kalian nggak di sini, karena kalian nggak disini untuk jagain aku, aku takut nanti aku harus sendirian lagi, karena nggak ada kalian disini.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar